7 Puncak Kerajaan Samudera Pasai – Kerajaan Samudera Pasai adalah salah satunya kerajaan Islam di Indonesia, kerajaan ini termasuk juga kerajaan tua yang berkembang di daerah Sumatera. Di puncak kerajaan Samudera Pasai, kerajaan ini jadi pusat perdagangan sekalian penebaran agama Islam, baik di daerah Nusantara atau teritori Asia Tenggara.
Berikut Penjelasan Bagaimana Puncak Kerajaan Samudra Pasai
Sebagai kerajaan Islam, tentu saja corak kerajaan ini berlainan dengan kerajaan Hindu – Budha umumnya. Baik kebudayaan, tata kepimpinan dan ketentuan kerajaan kental dengan nuansa keislaman. Berikut keterangan komplet berkenaan kerajaan Samudera Pasai, dari berdiri sampai keruntuhannya.

Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai
Berdasar bukti sejarah, kerajaan Samudera Pasai berdiri di Sumatera, persisnya disekitaran teritori Aceh. Tempat Samudera Pasai yang vital berikut yang pada akhirnya membuat kerajaan ini menjadi pusat perdagangan internasional, pusatnya berada di kota Lhokseumawe.
Cerita mengenai kerajaan ini terdaftar dalam Hikayat Raja Raja Pasai, dengan raja pertama namanya Meurah Silu. Meurah yang merengkuh Islam selanjutnya menukar namanya sebagai Sultan Malik as Saleh. Tidak itu saja, tercatat juga jika kerajaan ini berdiri di tahun 1297.
Catatan sejarah yang lain menerangkan mengenai kerajaan Samudera Pasai ialah kelompok catatan dari Marcopolo, seorang musafir yang dari Italia. Menurut Marcopolo yang dulu pernah berkunjung di Samudera Pasai, Sultan Malik as Saleh telah memegang semenjak tahun 1285.
Selama saat pemerintahannya, Sultan Malik as Saleh memfokuskan daerah kerajaan di teritori yang namanya Semerlangga. Untuk membesarkan daerah kekuasannya, Samudera Pasai menjadikan satu dua kerajaan sekalian, yaitu Kerajaan Perlak dan Pase.
Puncak Kerajaan Samudera Pasai
Karena memakai agama Islam sebagai agama kerajaan, kerajaan Samudera Pasai kerap dikatakan sebagai kesultanan Samudera Pasai. Kesultanan ini capai puncak kemasyhurannya pasa saat Sultan Mahmud Malik az Zahir yang memegang dari tahun 1326 – 1345.
Raja populer Samudera Pasai yang bawa kerajaan ke saat keemasan ini sanggup jadikan Samudera Pasai sebagai pusat perdagangan internasional. Rasio yang dipunyai untuk aktivitas perdagangannya lumayan besar, karena semua komoditas dari dalam serta luar pekerjaan dipertukarkan di sini.
Di zaman itu, Samudera Pasai sanggup lakukan export sutera, emas, dan kapur barus dengan jumlah besar dan berkualitas tinggi. Jalinan dengan kerajaan tetangga berjalan dengan baik, khususnya dengan kerajaan Islam yang berada di India atau Arab.
Tidak cuma itu saja, pada puncak kerajaan Samudera Pasai, kerajaan ini keluarkan mata uang dengan bahan emas yang diberi nama dirham. Uang itu selanjutnya diputuskan sebagai uang kerajaan yang resmi untuk aktivitas jual-beli, khususnya di tempat dermaga.
Bidang perdagangan laut jadi penunjang ekonomi khusus kerajaan Samudera Pasai. Ini kelihatan dengan adanya banyak dermaga penting yang diatur pada tempat lain, dimulai dari daerah Pidie, Perlak dan tempat lain sekitaran Aceh.
Faktor yang Memberikan dukungan Kesuksesan Samudera Pasai
Ada banyak faktor yang mengakibatkan Samudera Pasai dapat capai puncak kemasyhurannya, berikut salah satunya:
1. Politik Perkawinan
Puncak kerajaan Samudera Pasai tidak dapat terlepas dari ada politik perkawinan antara kerajaan. Pada dunia politik dan managerial kerajaan, politik perkawinan bukan hal yang aneh, karena perannya memang untuk meluaskan daerah politik.
Mendekati puncak kemasyhuran, banyak pedagang Hadramaut yang berkunjung dan lakukan jual-beli di kerajaan Samudera Pasai. Cukup banyak bangsa Timur yang selanjutnya mengawini warga Nusantara, hingga memberi dampak besar pada keadaan keagamaan dan budaya di Samudera Pasai.
2. Politik Perdagangan
Sebagai kerajaan dengan pangkalan khusus di perdagangan laut, politik perdagangan jadi konsentrasi khusus kerajaan Samudera Pasai. Kunci dari kesuksesan politik perdagangan di Samudera Pasai ialah pedagang asal Arab yang memeluk agama islam.
Umumnya pedagang dari Timur jadi pemegang monopoli perdagangan di daerah Samudera Pasai. Jadi tidak bingung bila politik perdagangan Samudera Pasai dengan pedagang dari Timur jalan secara baik. Selainnya pedagang Timur, Samudera Pasai merajut jalinan dengan pedagang Eropa.
3. Politik Penguasaan
Puncak kerajaan Samudera Pasai tidak terlepas dari ada politik penguasaan. Berlainan dengan 2 langkah awalnya yang punyai kesan-kesan lembut, politik penguasaan dilaksanakan manfaatkan militer dan serangan ke daerah kerajaan lain.
Kerajaan sebagai target Samudera Pasai ialah kerajaan yang kiranya memberikan ancaman posisi atau dekat secara daerah. Samudera Pasai melakukan dengan menaklukan Kerajaan Perlak yang pada akhirnya membuat Samudera Pasai punyai daerah yang bertambah luas.
Kemerosotan Samudera Pasai
Kemerosotan kerajaan Samudera Pasai tidak berjalan dalam waktu cepat, ada banyak pemicu yang membuat kerajaan Islam paling besar di Sumatera itu pada akhirnya roboh, salah satunya ialah:
1. Kematian Raja Iskandar
Selama saat keemasan Samudera Pasai, jalinan kerajaan ini dengan kerajaan Tiongkok berjalan dengan baik. Tetapi saat Raja Iskandar naik tahta, jalinan itu lebih buruk karena Raja Iskandar di bunuh saat berkunjung Kerajaan Tiongkok.
Saat kematian Raja Iskandar, jalinan politis di antara Samudera Pasai dan Tiongkok mulai lebih buruk. Bahkan juga utusan Samudera Pasai tidak diterima kembali oleh Kerajaan Tiongkok, begitupun kebalikannya. Dalam catatan sejarah, Samudera Pasai paling akhir bertandang ke Tiongkok pada 1434.
2. Dermaga Malaka Berkembang
Di puncak kemasyhuran Samudera Pasai, dermaga Pasai jadi pusat perdagangan di daerah Nusantara. Namun hal itu tidak berjalan lama sesudah Kerajaan Malaka masuk saat kemasyhurannya. Banyak pedagang dari Arab dan Eropa cenderung lebih memilih bertambat di Dermaga Malaka.
Peralihan pusat ekonomi ini membuat karisma Samudera Pasai di mata dunia turun. Tidak cuma aktivitas ekonomi, pusat aktivitas Islam yang pernah berada di Samudera Pasai beralih ke daerah Malaka. Secara perlahan-lahan, Samudera Pasai mulai kehilangan sumber pemasukannya.
3. Hadirnya Portugis
Kedatangan Portugis di Samudera Pasai jadi pemicu kerajaan ini roboh. Beragam imbas negatif dirasa warga Pasai saat Portugis tiba menjajah. Karena argumen tersebut mereka memutuskan untuk tinggalkan daerah halamannya di tahun 1521.
Warga Pasai tidak cuma berpindah ke lokasi yang lebih aman di daerah Sumatera, tetapi juga ke Pulau Jawa. Salah satunya masyarakat Pasai yang berpindah ke Jawa ialah Fatelehah atau Fatahilah, nanti Fatahilah jadi panglima perang di kerajaan Demak.
4. Terserang oleh Kerajaan Majapahit
Raja paling akhir Samudera Pasai, Sultan Zain al Abidin, sebelumnya sempat berseteru dengan kerajaan Majapahit. Raja awalnya, Sultan Ahmad Malik az Zahir, punyai seorang putra namanya Tun Abdul Jalil yang menyenangi putri kerajaan Majapahit.
Sayang Sultan Ahmad Malik az Zahir justru membunuh anaknya supaya bisa menikah dengan putri Majapahit. Menyaksikan jika Tun Abdul Jalil dibunuh sendiri oleh ayahnya, putri Majapahit ini selanjutnya bunuh diri dan membuat Majapahit murka dan serang Samudera Pasai.
Warisan Kerajaan Samudera Pasai
Ada beberapa warisan Samudera Pasai yang bisa disaksikan sampai saat ini dan jadi bukti kehadiran kerajaan ini, salah satunya:
Ada makan Sultan Malik as Saleh dan makan Sultanah Nahrasiyah.
Ada buku syair dan catatan sejarah Hikayat Raja Raja Pasai.
Lonceng Cakra Donya yang dibikin sekitaran tahun 1409.
Dirham, mata uang asli Samudera Pasai yang dibuat dari emas murni.
Puncak kemasyhuran Samudera Pasai sudah terlewatkan, tetapi beragam warisannya bisa diketemukan dan didalami sampai sekarang ini.
